
Transformasi sistem pangan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan menuju NTB sebagai Lumbung Pangan 2045.
NTB berada di persimpangan jalan. Dengan potensi agraris yang subur dan kekayaan mineral, kita memiliki prasyarat untuk melompat maju. Namun, tantangan degradasi lingkungan dan ketidakpastian ekonomi menuntut perubahan paradigma.
Visi kami adalah memutus "lingkaran setan" kemiskinan dan kerusakan lingkungan dengan membangun tiga pilar utama:
Menjamin ketersediaan pangan berbasis potensi lokal.
Pembangunan yang tidak mengorbankan daya dukung alam.
Akses adil terhadap sumber daya bagi seluruh masyarakat.

Empat program strategis untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang tangguh dan inklusif di Nusa Tenggara Barat.
Optimalisasi bendungan, pompanisasi, dan smart farming.
Sekolah Lapang Iklim dan infrastruktur panen air.
Hilirisasi produk lokal berbasis sagu, jagung, dan umbi.
Platform digital menghubungkan petani langsung ke pasar.

Kami tidak melihat PETI hanya sebagai masalah hukum, tetapi sebagai potensi sumber daya yang dapat dikelola untuk mendanai transisi itu sendiri. Melalui legalisasi WPR/IPR, kita mengubah penambang menjadi agen perubahan.
Pendapatan langsung anggota untuk kesejahteraan keluarga.
Dana Alih Profesi & Pengembangan Usaha (Modal Agribisnis).
Teknologi hijau (15%) dan Dana Reklamasi (10%).
Langkah strategis bertahap menuju kemandirian dan keberlanjutan.
Penetapan WPR, pembentukan Koperasi, dan peluncuran proyek percontohan.
Penetapan WPR, pembentukan Koperasi, dan peluncuran proyek percontohan.
Program alih profesi masif, rehabilitasi lahan, dan replikasi model.
Koperasi mandiri, ekowisata bekas tambang, dan kemapanan agribisnis.
Koperasi mandiri, ekowisata bekas tambang, dan kemapanan agribisnis.
Kami memohon dukungan untuk menjadikan NTB sebagai bukti nyata bahwa pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.